Sunday, September 16, 2007

detektor senyum vs detektor jujur

hmm..., kalau sebuah kamera bisa mereduksi red eye itu sudah biasa. Baru-baru ini, sony mengembangkan kamera digital yang mampu mendeteksi senyum manusia. Wah, ini benar-benar ide cemerlang. Walaupun belum tentu kamera jenis ini akan mampu menembus dan diterima oleh pasar. Apa pasal, ya karena orang-orang yang tidak dapat tersenyum akan berpikir dua kali untuk membeli produk ini... he..he...he...

Saya cuman membayangkan, kalau lie detector khan sudah ada dan cukup manjur digunakan. Nah apakah kedepannya ada juga ya kamera yang bisa memotret dengan fokus orang yang paling jujur. Wah kalau ada, kira-kira anda mau mencoba?

puasa_teladan Nabi

Kawan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga keikhlasan selalu mengisi puasa-puasa kita tahun ini sehingga hati dan fikiran menjadi lebih tunduk.

Kawan, ada sebuah kisah menarik tentang puasanya orang miskin dan teladan Kanjeng Rasul yang mulia.

Diriwayatkan, ada laki-laki miskin menemui Kanjeng Rasul karena merasa telah melanggar aturan puasa. Dia menggauli istrinya di siang hari. Lalu Kanjeng Rasul berkata "Kamu harus berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai penebus kesalahanmu." Laki-laki itupun menjawab "Wah, saya tidak akan kuat". Rasul melanjutkan: "Kalau begitu satu bulan saja." "Itu juga terlalu berat buat saya dan itu sudah terbukti" Jawab laki-laki tersebut. "Bagaimana dengan membayar pengganti? Bersedekahlah dengan makanan" Kata Rasul.

"Wahai Rasul Allah, bila kami punya makanan, ya untuk sendiri saja
karena kami sangat miskin." Kanjeng Nabi tersenyum, dan ketika laki-laki
pelanggar aturan puasa itu memohon diri, Rasul pun memberinya
sedekah.

Friday, August 24, 2007

the future of mechanical engineering (6)

Tulisan ini saya copy paste langsung supaya idenya dapat dipahami secara untuh.

Asal artikel dari Triharyo Susilo (Hengki): direktur utama PT. Rekayasa Industri.

Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia. Rekans Sekali-kali saya ingin buat e-mail yang rada serius. Terutama melihat kondisi negara saat ini dengan uang yang sangat banyak tapi penciptaan pekerjaan masih relatif sangat sedikit. Dalam berbagai pertemuan saya selalu bilang bahwa penyebab kejadian ini adalah karena insinyur Indonesia masih "belum" bekerja keras. E-mail ini bukan bermaksud untuk mengkritik namun lebih sebagai sebuah introspeksi & "lessons learned" agar Indonesia dimasa mendatang akan lebih maju lagi. Saya setuju dengan hipotesa bahwa kemajuan negara adalah karena perandan kemajuan perusahaan-perusahaan di negara tersebut (bukan pemerintahannya). Sedangkan kemajuan perusahaan disebabkan karena inovasi teknologi para insinyur-insinyurnya dalam meng-"create value" di dalam perusahaan tersebut. Artinya semakin inovatif dan berkarya para insinyur di dalam suatu korporasi, maka akan majulah bangsa dan negara tersebut. Jadi disini, kata kuncinya adalah "insinyur" dan "korporasi"dalam memajukan bangsa. Berikut beberapa fakta yang membuat saya galau:

Pembangunan pabrik-pabrik industri max 50% local content Setiap kali saya membangun pabrik-pabrik industri di Indonesia, peralatan dan material yang bisa dibeli di dalam negeri (kandunganlokal) paling-paling hanya mencapai maximum 50% dari nilai kontrak.Peralatan yang masih terus menerus diimport sejak saya jadi insinyur(tahun 1981) sampai sekarang (2007) adalah alat-alat mesin bergerak/berputar (rotating) yaitu compressor, pompa, turbine, generator, fans, blower, dll. Tidak ada kemajuan sedikitpun selama 26tahun, dan tidak ada satupun produsen peralatan-peralatan tersebut di Indonesia yang tumbuh minimal untuk mendominasi market di dalam negeri. Informasi belanja migas per tahun dari Dirjen Migas disebutkan mencapaiUS $ 9 milyard. Hampir US $ 7.5 milyard merupakan import peralatan dan permesinan. Sayang sekali uang kita dihambur-hamburkan ke luar negeri. Dimanakah peran para Insinyur2 Mesin Indonesia & korporasi2 di bidang ini ?

PLTU skala kecil & menengah diberi kesempatan maksimal oleh Pemerintah&PLN. Atas dorongan Deprind, Wapres dan semua pihak, akhirnya PLN setuju untukPLTU 7 MW harus 70% kandungan lokalnya, PLTU 25 MW harus 50 % kandunganlokalnya, dan untuk PLTU 50 MW harus 30 % kandungan lokalnya. PLN sudah memasukan persyaratan2 tersebut dalam dokumen tendernya. Wapres, Menteri perindustrian dan Meneg BUMN sudah membuat surat dan mendukung secara resmi. Juga bank-bank nasional siap mendanai proyek-proyek tersebut karena kelebihan likuiditas.Namun saat ini fabrikator Boiler, Turbine dan Generator relatif masih kewalahan dan hampir menyatakan tidak sanggup.

Turbine manufacturer hanya 1 di Indonesia yaitu NTP dan sanggupnya maximum 7 MW. Untuk membuat generator hanya Pindad yang sanggup, itupun maximum 15 MW. Sedangkan untuk Boiler ada sekitar 4 perusahaan utama dan hanya sanggupnya tipe stocker dengan maximum 15 MW. Padahal PLTU yang akan dibangun ada 34 PLTU dengan nilai sekitar US $ 3 milyard. Sehingga akibatnya sudah dapat ditebak yaitu sebagian besar permesinan akan diimport dari China. Padahal tahun 1981, Insinyur China masih bertani dan bercocok tanam & insinyur Indonesia berani bikin pesawat terbang. Kenapa bisa terjadiseperti ini ?.

Kecelakaan kereta api - permasalahannya di pembuatan Bogey ITB-77 melalui Yayasan Bhakti Ganesha (YBG) sudah membuat studi tentang kecelakaan kereta api. Penyebab terbesar kecelakaan Kereta api di Indonesia hanya disebabkan karena 2 pareto besar yaitu kereta anjlok dan kereta tabrakan dipersimpangan. Setelah diteliti lebih jauh oleh media massa dan para teknisi, penyebab anjloknya kereta api bukanlah karena rel keretanya anjlok tapi karena bogey (tempat dudukan gerbong kereta) banyak yang aus dan rusak. Solusi sederhana saat ini adalah dengan mengurangi kecepatan Kereta api 20% supaya bogey tidak anjlok. Pemerintah sudah siap menurunkan dana untuk meningkatkan keselamatan kereta api, namun tidak ada satupun industri di Indonesia yang bisa membuat bogey dengan baik dan cepat. Mungkin akhirnya import lagi.

Kecelakaan pesawat terbang. Rasanya para insinyur mesin Indonesia tidak boleh tinggal diam dengan adanya kecelakaan-kecelaka an pesawat terbang. Dimanakah peran insinyur mesin Indonesia dalam menerapkan sistem-sistem quality control yang selalu dibangga-banggakan di perusahaan-perusahaan minyak.

Kenapa kalau korporasi-korporasi nya milik asing (PSC), insinyur-insinyur Indonesia persis seperti "inlander" dan jadi anak-anak penurut. Tapi kalau pemiliknya orang Indonesia atau perusahaan-perusahaan tersebut perusahaan Indonesia, sepertinya para insinyur indonesia(khususnya insinyur mesin) kehilangan arah. Kenapa ya bukan insinyur-insinyur mesin yang menapak jenjang level top management di perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan. Kenapa orang keuangan, pilot dan angkatan udaya yang menduduki pimpinan perusahaan-perusahaan penerbangan di Indonesia ?

Saya bisa buat list ini terus semakin panjang dengan daftar import peralatan-peralatan mesin seperti sepeda, sepeda motor, mobil, dll. Fakta-fakta korporasinya. Jika kita melihat industri kimia dan perminyakan di Indonesia, terlihat bahwa pimpinan-pimpinan perusahaannya (direksi dan level menengah) dipegang umumnya oleh para insinyur-insinyur di bidangnya lihat industri pupuk, industri semen, industri kimia, pertamina, pgn, medco, production sharing companies dll. Juga industri perlistrikan (baik PLN maupun manufaktur peralatan listrik) umumnya dipimpinan pada level menengah/atas ditentukan kebijakan-kebijakan nya oleh para insinyur-insinyur elektro. Juga industri konstruksi bangunan, jalan, pelabuhan dll, umumnya dipimpin oleh para insinyur sipil. Hal serupa juga ditemukan di Industri Telekomunikasi, IT, perbankan dan elektronika. Para spesialis dan teknisi bisa menapak jenjang management & pimpinan perusahaan dan tentunya bisa menerapkan kebijakan dan obsesinya sebagai insinyur.

Tapi coba lihat pimpinan level menengah dan tertinggi di industri-industri permesinan, industri motor, industri mobil, industri pompa, industri compressor dll. Sebagian besar berasal dari non-engineer yang umumnya mementingkan keuntungan dari bekerja sebagai "trader"atau pengambil komisi dari mengimport barang jadi. Pimpinan-pimpinan perusahaan permesinan umumnya datang dari para pemilikperusahaan yang menaruh modal awal atau ditaruh oleh mitra asingnya sebagai perwakilan di Indonesia.Pimpinan-pimpinan seperti ini tidak akan mempunyai inovasi dan keberanian untuk mengambil resiko memproduksi di dalam negeri secara mandiri. Karena kebijakan ini akan bertentangan dengan fungsi mereka yang ditempatkan pada awalnya yaitu menjadi penjual saja.

Ini kegalauan saya dan tidak bermaksud untuk mengkritik insinyur mesin. Namun hanya sebagai sebuah introspeksi dari kaca mata yang mungkin salah. Silahkan e-mail ini diforward ke milis-milis lain dan saya ingin mengajak rekan-rekan insinyur mesin untuk diskusi tentang ini. Rasanya sudah saatnya kita menyiapkan insinyur-insinyur mesin Indonesia yang muda-muda dengan penyiapan korporasi-korporasi terkait dengan target-target dalam jangka kurun-kurun waktu yang tertentu. Sebagai contoh, dalam berapa tahun Indonesia bisa membuat pompa air sendiri dan siapa korporasi pembinanya (tahukah anda bahwa pompa air saja kita masih import). Dalam berapa tahun Indonesia akan membuat compressor udara sendiri dan dan siapa korporasi pembinanya dll. Ini kegalauan saya. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Let's discuss for Indonesia's future.

Salam
Hengki
----------------
sungguh menarik email di atas...bagaimana pendapat anda?

kenangan kp 1994

Diperuntukkan khusus buat teman-teman kerja praktek di Jakarta tahun 1994-an... he..he... memori jadul. Setelah lama tidak ketemu, beberapa dari mereka tadi say hello walaupun cuman via chat. Jadilah terbersit ide untuk upload foto-foto jaman dulu yang diarsip dengan sangat baik oleh Sang Kutu Buku Dedy Dwi Arjanto.


Prihandono Adi, Dedy D.A., saya berangkat kerja praktek... wah seragamnya keren...


Kongkow-kongkow di Monas..he..he...
(Prihandono Adi, Dedy Dwi Arjanto, saya, Fikri Zaenuddin)


di kost-kostan jakarta yang panas dan banyak nyamuk...hi..hi...


jadi orang hilang di PRJ (pekan raya jakarta)...

Thursday, August 16, 2007

transparansi tes akpol

Setelah kabar baik dibukanya kran pilar kenegaraan yaitu calon independen hasil keputusan Mahkamah Konstitusi, selanjutnya POLRI pun juga mengabarkan kebaikan lain. Prestasi POLRI di bawah kepemimpinan Jend. Sutanto memang mengagumkan dari mulai penggerebekan bandar narkoba di beberapa tempat dan pencegahan & penanggulangan tindakan teror. Walaupun begitu beberapa kasus masih saja mencoreng nama POLRI.

Berita baik yang dimaksud adalah adanya transparansi penerimaan siswa AKPOL dari SMU, D3, D4, S1 dan S2. Beberapa siswa bahkan diambil dari lulusan S1 dan S2 menunjukkan kemauan yang kuat untuk memperbaiki pelayanan dan antisipasi masa depan. Penerimaan kali ini (untuk yang pertama kali), diawasi oleh LSM, Komisi III DPR dan bahkan orang tua pun diundang untuk menyaksikan pengumuman penerimaan siswa AKPOL tersebut. Semua dilakukan secara komputerisasi. Jadi bisa diharapkan bahwa penerimaan siswa AKPOL tahun 2007 bebas dari pungli dan KKN. Ya untuk jadi PNS bebas dari suap dan KKN memang sangat-sangat sulit dan saya termasuk yang harus tes dua kali untuk jadi PNS dengan murni tes.

Selanjutnya ada dua hal yang patut untuk dipikirkan. Pertama, selama proses pendidikan dan pasca pendidikan juga diharapkan para siswa AKPOL tersebut dapat terbebas dari beban pungli yang tidak perlu. Belajarlah dari kasus buruk di STPDN. Kedua adalah penempatan setelah lulus (bekerja). Dengan sistem dan birokrasi yang ada, apakah mampu menyisakan ruang idealisme bagi para POLRI muda tersebut untuk selalu bersih. Hal yang sangat sulit walaupun tentu memungkinkan.

Sekali lagi selamat kepada POLRI. Semoga engkau benar-benar mampu mewujudkan mimpimu untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Tuesday, August 7, 2007

kegelisahan


source

panas vs dingin

Hari-hari ini cuaca di Graz cukup panas. Bagi penduduk sini, hawa panas disukai untuk berjemur dan tidak untuk bekerja. Pada jam-jam kerja di kantor dengan cuaca yang cukup panas 30oC, kondisinya sangat tidak nyaman bagi mereka. Beberapa kali mereka keluar masuk ruangan untuk rileks.

Untunglah di ruanganku tersedia AC (air conditioning). AC sendiri sangat tidak populer di negara empat musim. Bagi yang default temperatur badannya "minus" ternyata AC saja tidak cukup. Mereka masih menyalakan kipas angin (fan). Maka di ruangan kami (8 orang) selain sudah dingin, angin semilir pun berhembus dari tiga buah kipas angin tambahan.

Saya, sebagai satu-satunya orang tropis di ruangan justru sebaliknya. AC saja sudah terasa dingin apalagi ditambah kipas angin 3 buah. Maka jika saya terlihat diam di sudut ruangan, itu bukan berarti saya merasa nyaman. Tetapi saya kedinginan. Ya inilah salah satu resiko demokrasi dimana suara terbanyak "harus dimenangkan".

Sunday, August 5, 2007

masyarakat sipil

Orang boleh berteori panjang lebar mengenai peradaban masyarakat sipil. Menurutku, hal mendasar yang diperlukan untuk terbentuknya civil society adalah rasa peduli.

Tadi pagi, 3.8.2007, para petugas kebersihan (4 orang) secara bersamaan mengambil sampah di ruangan kami. Saya tidak begitu memperhatikan. Tiba-tiba seorang doctor yang mengepalai grup penelitian di tempat saya bekerja berkata “mohon maaf, mengapa sampahnya dijadikan satu”.

Sepertinya keempat petugas tadi tidak sadar dan akhirnya mereka keluar. Belum sampai pintu ditutup, sang doctor tadi berlari sambil berteriak “mohon maaf, mengapa sampah-sampah yang sudah kami pisah-pisah kemudian dicampur oleh kalian?” Maka terjadilah perdebatan antara doctor tadi dan salah satu petugas kebersihan. Petugas kebersihan meminta maaf, karena memang salah dan sang doctor memaafkan tetapi berpesan supaya tidak diulangi lagi.

Cerita nyata ini kelihatannya sepele, tetapi itulah salah satu bentuk dasar masyarakat sipil yaitu kepedulian.

We will not be able to build the good civil society when we still never mind to each other.

Thursday, August 2, 2007

Wednesday, August 1, 2007

human, radio, and TV


Monday, July 30, 2007

human, angel, and God



Please help, if you have good idea how to answer such question from the small child. Thanks.

water for life


kebahagiaan


masalah vs solusi




Sunday, July 29, 2007

bintang terang di liga asia


Siapa yang tak mendengar porak parandanya iraq, negeri 1001 malam itu. Setelah kejatuhan Sadam Husein di tangan Amerika, irak ternyata tak kunjung damai. setiap hari terdengar berpuluh-puluh manusia yang mati. Perang saudara menjadi hantu baru yang tidak bisa dihentikan oleh Amerika, dkk. Kesebelasan irak pun harus bermarkas dan latihan di Yordania.

Di tengah kebengisan perang, irak bersinar di piala asia. Sepakbola. Gebrakan irak adalah saat mengalahkan Australia 4-0. Menang atas korea 6-5. Dan pada babak kedua di final melawan arab saudi sudah unggul 1-0 sampai akhir pertandingan. Hebat... Kesebelasan irak menunjukkan suatu keberhasilan yang luar biasa pada situasi yang bagi kebanyakan orang dianggap jauh-jauh dari normal. Namun bisa....

it's very great when you win the game where you are not well supported by any kind of reasons.

Selamat buat kesebelasan irak dan bangsa irak. Semoga perdamaian cepat engkau rengkuh.

Friday, July 27, 2007

nagabonar jadi 2

Debut Deddy Mizwar, tahun ini adalah film layar lebar bertajuk nagabonar jadi 2. Judulnya cukup unik, bukan nagabonar 2 tetapi ada sisipan "jadi". Menurutnya, film ini merupakan kalahiran baru dan bukannya kelanjutan dari film nagabonar yang ramai tahun 1986-an. Karya Asrul Sani tersebut di tangan Dedy Mizwar mengalami revolusi besar-besaran atau bahkan berbeda sama sekali.

Film ini menarik karena beberapa kritikus menyebutnya tidak beralur, terlalu banyak keinginan/maksud, seperti film dengan banyak sutradara, tidak logis, dan lainnya. Kritik-kritik tersebut misalnya dapat dijumpai disini.

Terlepas dari kritik-kritik di atas, terdapat sejumlah hal yang menurut saya apresiasi besar perlu diberikan kepada film tersebut.

1. poses penggarapan film.


Film yang mengusung tema perjuangan, kebangsaan, moral, benturan falsafah hidup, dll umumnya mengalami kendala pemasaran. Beberapa film/sinetron bertema moral tidak laku. Beberapa karya Garin Nugroho umumnya ramai dan dihargai sebagai karya seni yang diapresiasi di level international tetapi sepi dari penonton. Kendala ini coba dipecahkan oleh film nagabonar jadi 2. Pemain-pemain yang terlibat pun dipilih yang mempunyai nilai jual tinggi baik dari presenter sampai artis-artis sinetron yang sedang digandrungi. Bahkan pemilihan anak nagabonar sebagai laki-laki dan bukannya wanita ternyata tak terlepas dari strategi pemasaran film ini. Kafi Kurnia menceritakan bagaimana strategi pemasaran film nagabonar jadi 2 dilakukan. Dan ternyata memang strategi tersebut sukses besar. I never imagine that they really think very-very Smart. Their strategy is succesful.

Succes story ini mestinya bisa menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga bagaimana sebuah "film berat" pun bisa digandrungi rakyat Indonesia. It should become turning point for cineas to shift their mind that high quality film without pornography, hedonisme, mysticism, etc. can also be enjoyed and become a favorite for Indonesian people.

2. pelajaran dari film nagabonar jadi 2.

  • Pelajaran utama yang hendak dihadirkan adalah benturan cara pandang (way of life) dari semangat jaman kemerdekaan (1945-an) dengan jaman modern (2000-an). Lihatlah ketika nagabonar berkata kepada bonaga: "ini salahku, karena aku hidup dijamanmu... jaman yg sangat sulit ku mengerti, tapi berupaya ku pahami... karena aku mencintaimu..." Pergulatan nilai-nilai yang tumbuh pada jaman yang berbeda coba didialokkan dan kalau keduanya didasari pada kebaikan, pada cinta, maka happy ending yang akan diraih.
  • Pelajaran lain adalah walaupun banyak kandungan moral yang hendak diusung dari film ini namun terasa tidak menggurui. Lihatlah ketika terjadi proses berfikir dari bonaga yang hendak mengambil keputusan apakah akan memindahkan kuburan nenek, ibu dan pamannya untuk kepentingan bisnis. Film ini mengajarkan secara tidak langsung keseimbangan emosi, hati dan rasio dalam pengambilan keputusan. Tidak tergesa-gesa. Segala aspek perlu diperhitungkan dan tidak mutlak-mutlakan.
  • Film tidak berusaha menjual satu nilai kebenaran tertentu. Misalnya ketika terjadi dialog antara nagabonar dan monita " ya mungkin di setiap jaman orang punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta....". It's right and so wise, isn't it?.
  • Gugatan terhadap gaya hidup hedonisme pun disimbolkan dengan gugatan nagabonar kepada patung jenderal sudirman yang kesohor itu. "jenderal turunkan tanganmu... apa yang kau hormati siang dan malam itu...apa karena yang di depanmu itu pemakai roda empat... bah....tidak semua dari mereka pantas kau hormati... turunkan tangamu jenderal... turunkan tanganmu...". Atau gugatan terhadap makna kepahlawanan: " apa kau yakin umar, kalau yang dikubur disini (makam pahlawan) adalah semuanya pahlawan...". Atau gugatan terhadap ketidakadilan di Indonesia:" terlalu banyak orang yang tidak beruntung di negeri ini...".
  • Usul pengangkatan umar oleh nagabonar untuk menjadi pegawai di perusahaan bonaga terasa KKN-nya. Namun film ini mencoba mengajarkan bahwa sebaik apapun, sesoleh apapun orang yang diusulkan, kalau tidak sesuai dengan job-profesional yang dibutuhkan perusahaan, maka perlu dipikirkan baik-baik walaupun yang mengusulkan adalah ayahnya sendiri. bonaga yang sukses pun juga mengajari untuk taat membayar pajak, apa adanya. Ya... sebuah kritik yang membangun.
Mudah-mudahan pelajaran-pelajaran berharga dari film nagabonar jadi 2 tidak menguap begitu saja.


Note: yang berada di LN bisa menikmati film ini di youtube (ada 15 bagian).

Wednesday, July 25, 2007

calon independen dalam pilkada

Kabar gembira dari tanah air kali ini adalah dibukanya kran pencalonan individu dalam pilkada. Walaupun beberapa pakar mempertanyakan kewenangan mahkamah konstitusi (MK), namun keputusan MK tentang calon independen dalam pilkada patut diacungi jempol.

Mengapa, setidaknya ada beberapa alasan:

  1. Bahwa pilar demokrasi adalah partai politik adalah berlaku hampir di semua negara yg menganut demokrasi.
  2. Perilaku sebagian partai politik yang memasang 'harga' tinggi bagi calon yang akan diusung dalam pilkada mengakibatkan pilkada berbeaya tinggi. Efek selanjutnya adalah pelaksanaan pemerintahan yang dihasilkan cenderung ingin cepat 'mengembalikan modal' pilkada. Ini adalah salah satu sumber korupsi yang terus menggurita.
  3. Banyak pemimpin pemerintahan yang akhirnya terisi oleh saudagar/pengusaha atau orang yang dekat dengan pengusaha.
  4. Ada banyak calon independen (non partai) yang berkualitas tapi tidak kaya dan tidak dekat dengan partai politik, tidak bisa mendapat akses menjadi pemimpin yang kredibel melalui pilkada yang berbasis partai politik.
  5. Hak untuk mencalonkan dan dicalonkan dalam proses politik jelas dilindungi oleh UU, bahkan UUD.
  6. Dengan adanya peluang calon independen selain menjadi penyeimbang partai politik juga memberi kesempatan lebih banyak kepada WNI yang berkualitas untuk maju menjadi pemimpin.

Sekarang tinggal dilihat praktik selanjutnya di lapangan. Jika adanya keputusan MK ini mampu memberi angin segar perpolitikan Indonesia dan pada akhirnya dapat menjadi pintu kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, wow betapa hebatnya bangsa ini. Semoga.

Berikut beberapa negara yang sudah terlebih dahulu mempunyai calon independen dalam sistem pemilu mereka [*]; Australia, Canada, Ireland, Philippines, United Kingdom, United States.

Sunday, July 22, 2007

energi dari sampah (1. pendahuluan)

Sampah, waste, atau garbage merupakan bahan sisa. Penanganan sampah sebenarnya membutuhkan manajemen yang terpadu dari pemerintah kota (pemkot) sampai masyarakat. Membebankan pengelolaan sampah hanya pada pemkot tentu juga tidak adil. Bagaimanapun sampah adalah sisa dari kegiatan masyarakat. Sebagian besar sampah di Indonesia bahkan berasal dari sisa kegiatan rumah tangga.

Karakteristik sampah.
Sampah bisa digolongkan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti plastik dan logam tidak dapat diolah dengan cara memanfaatkan aktivitas organisme hidup lainnya. Sehingga sampah anorganik juga disebut sebagai non-biodegradable waste. Beberapa jenis sampah yang termasuk organik atau biodegradable waste adalah sisa makanan, tumbuhan, hewan, kertas, plastik jenis biodegradable, manure/kompos, dan sewage/liquid waste [*]. Gambar di bawah menunjukkan jenis/komposisi sampah.


Gambar. Komposisi sampah (*)

Teknologi pengolahan sampah.
Sebelum membahas teknologi pengolahan sampah, ada baiknya masyarakat juga dilibatkan dalam peran serta pengolahan sampah. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh mayarakat.

  1. Meminimalisasi bahan-bahan yang akhirnya hanya terbuang menjadi sampah. Contoh sederhananya adalah budaya menghabiskan makanan.
  2. Menggunakan kembali (re-use) bahan bahan yang sedianya mau dibuang tetapi sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali. Contoh sederhananya adalah menyimpan kembali plastik yang sebenarnya bisa dipakai dikemudian hari.
  3. Melakukan daur ulang (re-cycling). Contoh sederhananya kertas sisa yang bisa dibuat sebagai mainan anak-anak. Buku-buku yang sudah tidak dipakai bisa dihibahkan di perpustakaan atau ‘diwariskan’.
  4. Mengolah sampah menjadi energi berguna dengan memanfaatkan sejumlah teknologi.

Untuk memperoleh teknologi pengolahan sampah yang optimum, maka pengetahuan akan karakteristik sampah di atas merupakan hal yang sangat pokok. Selain logam dan plastik dapat didaur ulang, sampah padat dan cair juga perlu dipisahkan. Pada tahap inilah peran serta masyarakat sangat diperlukan. Ada banyak penduduk yang akhirnya menggantungkan hidup dari kegiatan daur ulang sampah (pemulung). Apakah pekerjaan ini hanya ada di Indonesia ya? he..he..he...

Setelah pemisahan, maka teknologi pemisahan sampah dapat diterapkan.

  1. Untuk sampah bio dan cair, teknologi yang paling sederhana adalah dengan biogas digester. Hasil dari teknologi ini adalah sekitar 60% gas CH4 dan sisanya kompos. Sampah bio padat juga dapat dibuat pelet atau briket.
  2. Sampah bio padat dapat langsung dibakar dalam incinerator untuk menghasilkan panas dan listrik.
  3. Sampah bio padat dapat juga langsung dioleh dalam gasifikasi untuk menghasilkan panas (50-60%) dan listrik (30%).
  4. Sampah bio padat juga dapat diolah menjadi bahan bakar cair dengan teknik pirolisis.
    Sampah plastik dapat didaur ulang atau juga dapat dilakukan proses depolimerisasi. Tetapi plastik non degradable sendiri mempunyai banyak
    jenis. Prinsip dari daur ulang sampah plastik dapat dilihat di sini.
  5. Sampah logam dapat dipisahkan dari awal atau dengan pemisahan secara magnetik. Sampah logam kemudian dapat dilebur kembali untuk selanjutnya diolah menjadi bahan-bahan lain yang berguna.

Prospek sampah menjadi energi.
Kendala utama pengolahan sampah menjadi listrik adalah masih bersatunya sampah-sampah di Indonesia. Bercampurnya plastik dengan sampah bio misalnya sangat menghambat proses digester anaerobik, mengingat sampah plastik sangat sulit dioleh oleh jasad renik. Bercampurnya plastik juga mempersulit penanganan dalam pirolisis, gasifikasi dan incinerator karena sampah plastik mempunyai temperatur terurai yang berbeda dibandingkan bahan bio yang lain. Penggunaan temperatur operasi yang keliru dapat menyebabkan polusi yang berbahaya.

Bercampurnya sampah bio kering dan basah juga menyebabkan nilai kalor dari sampah menjadi turun. Sampah di Indonesia diperkirakan hanya mempunyai nilai kalor 1.000-2000 kkal/kg dan jauh dibawah LHV biomass yang 15-20 MJ/kg. Salah satu pendapat (opini: namun saya meragukannya) menyebutkan bahwa nilai kalor sampah di Indonesia adalah 3.000-4.000 kkal/kg.

Harga listrik dari sampah yang dapat dijual kepada PLN adalah Rp 400/kWh. Teknologi yang dijadikan rujukan oleh Indonesia adalah teknologi dari China. Pada bulan Desember 1998, China (Shanghai Pudong City Heat Energy) membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTsa) dengan kapasitas 35-40 MWh. Dengan nilai investasi 670 juta yuan (87 juta $) dapat mengolah sampah 1.100-1.200 ton sampah/hari [*]. Hitungan kasar ini adalah 1 ton sampah perhari menghasilkan listrik 31.8 kWh dengan biaya investasi 2.5 juta $ (Rp 24 M) per MWh atau 79 ribu $ per ton sampah.

Sampai disini terlihat bagaimana sampah sebenarnya akan menjadi salah satu bisnis masa depan. Selain teknologi, aspek ke-ekonomian, tentu peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat-sangat dibutuhkan untuk menciptakan kota/desa yang bersih.

Berikut beberapa fakta yang berhasil dikoleksi dari berbagai sumber.

  • Info sampah di Bandung.
  • Bank Dunia (BD) menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan dana sebesar US$4 juta untuk membantu proyek pengolahan sampah dan mengurangi polusi gas metan di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Tamangapa, Kota Makassar [*].
  • Jasa pengelolaan sampah di TPA Bantar Gebang saat ini senilai Rp52.500 per ton. Sehingga dengan usulan kenaikan tersebut, jasa pengelolaan sampah di lokasi itu akan naik menjadi Rp60.000 per ton [*].
  • Di sleman akan dikembangkan juga energi listrik dari sampah. Teknologi yang digunakan oleh investor untuk mengubah sampah menjadi energi listrik adalah teknologi yang ramah lingkungan yang disebut dengan Thermal Converter, dimana sampah diolah pada suhu 1700 oC sehingga menghasilkan uap yang dapat menggerakkan turbin yang pada akhirnya membangkitkan generator listrik. Terkait dengan keluaran berupa listrik tersebut investor juga akan menjalin kerjasama dengan PT. PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY [*]. Opini: temperatur operasi 1700oC rasanya sangat-sangat tinggi. Teknologi ini perlu diragukan setidaknya dari dua segi. pertama, apakah dengan sampah yang hanya punya nilai kalor 2000 kkal/kg dapat dihasilkan temperatur setinggi itu? Rasanya kok sulit sekali. Kedua, pada temperatur 1700oC banyak bahan-bahan termasuk logam yang mendekati titik leburnya dan tentunya teknologi ini menjadi tidak aman.
  • Di Bali teknologi pengolahan sampah 500 ton/hari diperlukan dana sekitar 20 juta $ dan kapasitas yang diharapkan sebesar 9.6 MW pada tahun 2008 [*]. Opini: Rencana dasar ini berbeda cukup signifikan dengan teknologi dari cina. 1 ton sampah menghasilkan 19.2 kWh (Bali) dan 31.8 kWh (China). Investasi pembangkit 1MWh dibutuhkan 2.1 juta $ (Bali) dan 2.5 juta $ (China).
  • Untuk mengolah sampah organik 1.000 ton/hari menjadi pupuk di TPST Duri Kosambi diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 13,25 M dengan lahan 40 ha. Sedangkan jumlah sampah di Jakarta adalah 5.000 ton/hari.
  • Sampah di Palembang adalah 2.500-3000 m3/hari. Rencananya diolah menjadi listrik 40 MWh [* atau *].
  • Jumlah sampah yang ada di Indonesia adalah 11.330 ton per hari dan diperkirakan dapat dikonversi menjadi listri sebesar 566.6 MWh [*].

Ide kreatif: [tongnopos]

Sunday, July 15, 2007

kebangkitan sepak bola Indonesia?

Apakah sepak bola Indonesia sedang mengalami kebangkitan? Saya merasakan ada denyut, gairah yang sangat besar pada pemain sepakbola Indonesia melawan Arab Saudi melalui internet. Walaupun harus menelan pil pahit kekalahan 2-1, namun saya merasakan betul sebuah semangat pemain yang full power selama 90 menit.

Belum pernah saya melihat permainan sepak bola Indonesia, dengan semangat membara seperti yang diperagakan kemarin (14.07.2007).

Selain faktor semangat, teknik permainan juga menunjukkan kualitas yang tinggi. Bola bisa lengket dikaki. Pergerakan bola satu dua antar pemain juga terlihat efektif. Tidak terlihat satu pun pemain yang bisa jalan 'santai dan gontai' di tengah lapang. Semua pemain bergerak. Benar-benar aktif. Tinggal satu-dua tendangan yang kadang tidak berkualitas masih tetap terlihat. Tinggal kekuatan lini belakang yang perlu disempurnakan. Tinggi badan dan stamina juga perlu dibenahi.

Dan puncaknya yang membuat saya benar-benar kagum adalah gol dari Elie Aiboy. Gol tersebut benar-benar bersih. Berkualitas. Kerjasama benar-benar terlihat dan kedinginan san Elie yang memperdaya kiper, kemudian memperdaya seorang pemain belakang, dan kemudian baru melesakkan gol. Benar-benar dingin, tidak tergesa-gesa. Perhitungan yang matang. Cermat. Benar-benar gol yang menyatukan kerjasama, skil, ketahanan emosi, dan kecerdikan. Ya... gol yang benar-benar berkualitas yang pernah saya lihat untuk ukuran sepak bola Indonesia.

Apakah ini tanda-tanda awal kebangkitan sepak bola Indonesia? Mudah2an.

Saturday, July 14, 2007

ampuni hamba ya Allah

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.


Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.


Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.


Ya Allah Gusti, nyuwun pangaksami
Sampun dangu kulo... ninggalke agami,
infak, shadaqah lan kitab suci.
Nyuwun tuntunan Illahi Rabbi.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Ya Allah Gusti... Kang damel jagad.
Kathah bilahi kawulo sambat.
Punopo coba... punopo laknat.
Istighatsah lah maos sholawat.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Ya Allah Gusti...
Kang Moho Tartil...
Paringo imam jujur lan adil.
Negoro aman songko wong jahil.
Agomo adoh akale kancil.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

Astaghfirullah Rabb-al Barayaa.
Astaghfirullah min-al Khataayaa.

--- Cak Nun ---
Seandainya kita sempat... diberi peluang... oleh Allah, dikasih biaya... untuk keliling dunia, menyusur benua-benua, pulau-pulau, lautan dan semua dataran maupun gunung... di seluruh permukaan bumi ini. Atau paling tidak kalau pada suatu hari kita bertemu dengan saudara-saudara kita sesama manusia yang berasal dari daerah-daerah yang bermacam-macam, tanyakan kepadanya.

Apakah di negerinya... ada tanah sesubur tanah negeri kita. Apakah ada bumi... yang bagaikan ibu hamil yang subur sebagaimana bumi nusantara kita.
Tanyakan kepada mereka, apakah ada matahari... yang sesumringah matahari republik Indonesia.
Tanyakan kepada mereka apakah ada rerumputan... yang riang gembira sebagaimana rerumputan di padang-padang kita.
Tanyakan kepada mereka tentang kembang-kembang, bunga-bunga, pepohonan, angin..., dan apa saja. Apakah ada yang seindah Indonesia, apakah ada yang sesubur Indonesia.
Apakah ada yang sedahsyat Indonesia di dalam memantulkan rahmat dan barokah Allah swt.

Betapa cintanya Allah kepada kita, betapa sayangnya Allah kepada bangsa kita..., betapa beruntungnya kita dilahirkan di bumi ini.

Jadi kenapa sampai krisis seperti ini. Kenapa sampai kacau begini negeri kita. Kenapa kita berebut makanan, berebut kekuasaan, berebut apa saja seolah-olah kita adalah bangsa yang sangat miskin... padahal kita adalah bangsa yang sangat kaya raya.

Atau mungkin kita menjadi sangat malas karena sudah tersedia apa pun saja di negeri ini. Dan tiba-tiba... kita menjumpai diri kita bertengkar satu sama lain... Bahkan berbunuhan satu sama lain, memusnahkan satu sama lain, menidakkan satu sama lain, membenci satu sama lain.... Kenapa?

Apa yang salah dengan sistem budaya kita... Apa yang salah dengan sistem akal fikiran kita, sistem politik kita..., demokrasi kita..., dan lain sebagainya. Apa yang salah...

Apakah kita bersedia untuk melihat bahwa memang ada kesalahan-kesalahan... yang sedang kita lakukan. Saya yakin... sebagaimana suburnya tanah dan tanam-tanaman di negeri ini, Allah juga memberi rahmat kita berupa kesuburan kecerdasan di akal kita... dan kesuburan cinta di dalam hati kita.

Akan tetapi masalahnya kita bukan nggak punya ilmu untuk menyelesaikan masalah.
Kita bukan tidak punya metode untuk mengurangi bentrokan-bentrokan.
Kita bukan tidak punya solusi untuk mengakhiri kerusuhan-kerusuhan dan pembunuhan-pembunuhan.

Masalahnya adalah... Kita mau atau tidak.

Kita bersedia atau tidak untuk mengubah diri kita agar supaya tidak terus menerus di atas udara negeri ini terlantunkan secara batiniah tembang-tembang kematian... kematian... kematian.

Ditulis ulang dari syair Emha (Cak Nun). Sumber [*].

Tembang Kematian oleh Ki Sudrun.
----------
Kawruhono (ketahuilah)
Dununging wong urip puniki (darimana dan akan kemana orang hidup ini)
Lamun...n benjang yen wus palas..tro... (kalau nyawa sudah lepas dari raga)
Wong mati... nyandi parane... (orang meninggal kemana pergi/tujuannya?)

Umpamakno... peksi mabor (ibaratkan burung terbang)
meksah saking...kurunganadi.... (yang lepas dari sangkarnya)

Umpamakno wong lungo sonjo (ibaratkan orang yang bepergian jauh)
Janji manjan wong sonjo wajibe mulih (pasti akan pulang)
Mulih neng ngisor semboojaa.. (kembali di bawah pohon kamboja).

Sumber [*].

Note: Beberapa karya Cak Nun lain yang apik:
1. Tembang kematian.
2. Ya ampun.
3. Lir-ilir.
4. Hijrah dari kegelapan.

Friday, July 13, 2007

asi vs. susu formula

Belum usai rakyat kecil Indonesia cemas dengan naiknya harga minyak goreng, kini sudah mucul kecemasan baru dengan naiknya harga susu formula. Ya, susu formula yang dikenalkan bahkan melalui kurikulum sebagai makanan penyempurna. Tidak sempurna makanan yang empat jenis tanpa ditambah suplemen yang satu ini, yaitu susu.

Tulisan ini terinspirasi dari kolom Resonansi di Republika, 13 Juli 2007 yang ditulis Bung Zaim Uchrowi. Seperti biasa, kolom resonansi dari Bung Zaim berusaha menggelitik kesadaran umum. Intinya adalah:

  • Mengapa harus risau dengan kenaikan harga susu formula.
  • Apakah susu formula benar-benar dibutuhkan oleh tubuh orang tropis.
  • Apakah kalau ada statistik dunia yang menyebutkan bahwa negara yang maju umumnya mengkonsumsi susu lebih banyak adalah suatu kebenaran yang mutlak.
  • ASI adalah susu yang diproduksi dari mekanisme alamiah tubuh seorang ibu yang khusus dibuat oleh Sang Pencipta. Apakah ada yang bisa menggantikan ASI.

Itulah kira-kira 'gugatan' dari Bung Zaim, dan saya termasuk yang setuju dengan pendapat tsb. Tahun 1986, misalnya World Health Assembly menyebutkan dalam Resolusinya nomor 39.28 bahwa

"Since the large majority of infants born in maternity wards and hospitals are full term, they require no nourishment other than colostrum during their first 24-48 hours of life - the amount of time often spent by a mother and her infant in such an institutional setting. Only small quantities of breastmilk substitutes are ordinarily required to meet the needs of a minority of infants in these facilities, and they should only be available in ways that do not interfere with the protection and promotion of breastfeeding for the majority"

Ya, itulah ASI eksklusif yang wajib diberikan oleh Ibu agar anaknya tumbuh sempurna. Apakah itu cukup? Dalam teladan Baginda Rasul, bahkan diperintahkan tidak hanya 24-48 jam tetapi 2 tahun. Ya, ASI untuk bayi adalah 2 tahun. Jadi mengapa risau dengan susu formula untuk bayi yang harganya naik dan tak terbeli?

Kepada istriku tersayang, terima kasih telah mampu memberi ASI kepada putri kita secara cukup sempurna hampir 2 tahun. Wahai anakku, kamu bukanlah anak yang disusui oleh sapi. Kamu adalah benar-benar anak yang disusui ASI oleh ibumu dengan penuh curahan kasih sayangnya.

Jadi masih tak rela memberi ASI bagi anak masa depan anda selama 2 tahun-an nih?

Thursday, July 12, 2007

pengaruh mozart

Beberapa tahun yang lalu, kira-kira tahun 1997, terdengar kabar pengaruh musik Mozart pada kecerdasan anak. Terapinya sederhana, anak yang mendengarkan musik tsb selama 10 menit per hari akan mendapati peningkatan tingkat kecerdasan (intelegensia). Bahkan terapi ini katanya bisa dilakukan bahkan pada anak selagi masih dikandungan. Dasarnya adalah beberapa argumen bahwa sensor bayi yang pertama kali tumbuh adalah telinga.

Thesis ini malah sudah beredar dalam bentuk buku misalnya dari Don Campbell. Tahun 2002 ia menerbitkan buku yang bertajuk "The Mozart Effect for Children: Awakening Your Child's Mind, Health, and Creativity with Music". Buku ini didasari pada satu pertanyaan besar:

“Can music make your child more intelligent?”
Buku tersebut memberi beberapa argumentasi yang cenderung mendukung statement bahwa mendengar musik dapat meningkatkan kecerdasan.
a
Lalu apa yang kemudian terjadi di Indonesia. Tak pelak, beberapa orang tua yang rame-rame memperdengarkan musik tsb pada anak-anaknya. Beberapa sekolah juga ikut-ikutan menyetel musik tsb pada saat kegiatan belajar. Tapi mari sejenak memperhatikan sebagian pendapat ahli yang lain. Ini penting sehingga informasi yang diterima bisa ditimbang dengan benar.
"There's no evidence that just listening to music has any effect at all" said Dr. Alexandra Lamont from University of Keele.
Dr Alexandra Lamont menambahkan, "It's only ever been looked at in adults, but all the people who jumped on it have tried to say, 'Ooh we should do it with kids, we should do it with babies, we should do it with unborn babies.' There's no evidence that just listening to music, not learning to play an instrument, has any effect at all with children or with babies." [*].
Secara pribadi pertanyaan saya sederhana saja... bukankah setiap pribadi itu unik. Tidak semua orang dewasa suka musik klasik, misalnya saya. Jika pernyataan ini boleh di traced back secara linear akan menjadi: tidak semua anak suka musik klasik. Lalu apa yang terjadi jika sang anak tidak suka musik klasik? Atau dari mana kita tahu sang anak suka musik klasik? Menerapkan atau percaya satu metode untuk tumbuh kembang anak rasanya seperti seorang montir memaksa mengganti busi pada mobil yang mogok. Padahal mobil mogok bukan hanya karena busi yang sudah tua.
a
Terbersit juga pikiran saya, kok tidak banyak ya yang mencoba mencari metoda supaya anak menjadi lebih shaleh,... ah sayang memang keshalihan tidak bisa diukur. Eit... tetapi tunggu dulu, bagaimana kalau ahli pendidikan anak mengembangkan metoda supaya anak bisa lebih bertanggung jawab, supaya anak bisa lebih mencintai sesama dan alam raya, supaya anak lebih senang berlaku disiplin, supaya anak lebih senang jujur dan membenci yang sebaliknya, supaya anak lebih suka pada kebersihan diri dan lingkungan... Please, who want to try and to be the first?

Wednesday, July 11, 2007

the future of mechanical engineering (5)

Bagi kalangan teknik mesin dan teknik penerbangan, pesawat merupakan salah satu lahan riset yang tidak pernah habis. Setidaknya sampai sekarang. Di kolong langit ini, dua pabrikan pewawat yang merajai pasar adalah Airbus dan Boeing. Jika tertarik mengikuti persaingan kedua, khususnya dalam hal teknologi silakan ikuti di sini.

Berita yang menarik sekali dalam minggu-minggu ini adalah dari hasil kerja Boeing. Boeing yang berkantor pusat di Chicago tersebut meluncurkan pesawat jenis "787 Dreamliner" pada hari minggu lalu (8/7/07). Apa yang menarik...

  1. Pesawat tersebut terbuat dari material baru. Selama ini diketahui bahwa pesawat terbuta dari Alumunium karena ringat dan kuat. Sementara pesawat 787 Dreamliner menggunakan material baru, yaitu komposit khususnya pada bagian saluran bahan bakar (fuselage) dan sayap (wing).
  2. Laporan suara merdeka menyebut material baru tersebut adalah plastik berteknologi tinggi. Sekitar 50 persen struktur utama pesawat dibuat dari bahan serat-karbon, sehingga pesawat lebih ringan. Bandingkan dengan Boeing 777 yang memakai komposit 12% [*].
  3. Mesinnya diklaim sangat efisien bahan bakar, yaitu sampai 20%.

Catatan: dalam laporan bahasa inggris, material baru tersebut adalah carbon fibre reinforced plastics. Kalau diterjemahkan mestinya serat karbon yang diperkuat plastik. Jadi bukan plastik melainkan komposit. Mengapa, karena plastik terbentuk dari proses polimerisasi sedangkan komposit terbentuk dari penggabungan dua atau lebih material yang berbeda.

Hebatnya lagi dengan material baru ini dapat mengurangi penggunaan alumunium
1500 lembar dan mengurangi 40.000-50.000 fastener [
*]. Dimana terjadi pengurangan hampir 80% fastener.

Dengan komposit yang lebih kuat, tekanan dalam kabin juga bisa dikontrol lebih mudah, demikian juga dengan temperatur, kelembaban, dan ventilasi dalam kabin.

Dengan material komposit, Boeing menjamin biaya perawatan akan turun 30% dibanding pesawat dari alumunium.

Sedemikian hebatkan komposit? Tidak. Komposit selain mempunyai banyak keunggulan seperti disebutkan di atas, ternyata juga bersifat sangat kaku (rigid). Goresan yang kecil pada permukaan pesawat dapat merambat dengan cepat di bawah tekanan pada penerbangan yang kecepatannya tinggi. Tapi Beoing bersama dengan Toray Industries Inc dari Jepang yang mensuplai isolasi serat karbon mempunyai cara tersendiri. Caranya yaitu dengan epoxy yang menjamin kekuatan dan kekerasan dilapisi dengan polimer yang berbeda massa jenisnya. Kombinasi ini mengurangi bahaya benturan pada permukaan. Dan jika bahaya terjadi, kombinasi tersebut dapat mencegah penyebaran dari goresan (crack) [*].


Komponen struktur terbesar dari saluran bahan bakar dan sayap dibuat oleh perusahaan Italia, Alenia Aeronautica dan di Jepang. Sedangkan mesinnya merupakan kombinasi dari Rolls Royce Trent 1000 dan GEnx keluaran General Electric.Model 787 memang memiliki kursi terbatas, 200-300 kursi dibanding dengan kapasitas kelas jumbo-jet 400 kursi, namun memiliki jarak tempuh 5.600-15.700 kilometer [*]. Pesawat tersebut mempunyai panjang 63 meter dan rentang sayap 60 meter [*].

Ya... begitulah watak teknologi yang selalu mencari dan mencari yang lebih baik. Dan dari minggu ini, jajaran teknik mesin dan ilmu material di tanah air mestinya mulai berbenah diri. Komposit adalah material masa depan selain nano material. Apakah teknologi dan penemuan ini tidak cukup menggugah untuk membuat perbaikan di jurusan teknik mesin dan ilmu material pada umumnya? Wallahua'lam.

Graz, 11.07.07 14.32.

membuka pikiran



Gbr diambil dari [*].

Apa yang anda lihat dari gambar diatas?. Bagaimana persepsi anda terhadap gambar kotak-kotak di atas?

Ya... jika anda menyimpulkan bahwa kotak tersebut melengkung tentu tidak salah, karena itu adalah persepsi anda dari hasil pengamatan anda. Karena itulah yang anda lihat bukan. Itu adalah pengalaman anda. Pengalaman itu unik sebagaimana juga diri anda dan saya. Seperti itu jugalah saya pada saat pertama kali mempersepsi gambar tersebut. Lalu bagaimana jika ada orang lain yang mempersepsi lain.

Ya itu terserah mereka. Pokoknya itu pendapat saya...
Begitulah seringkali saya menutup mata dari pendapat orang lain yang ada kemungkinannya benar. Dengan 'menutup mata' seperti ini sebenarnya saya sudah kehilangan beberapa informasi penting yang mungkin akan berguna. Coba perhatikan. Coba dengarkan.
Garis-garis pada kotak tersebut adalah garis yang lurus. Tidak melengkung.
Lingkaran-lingkaran lah yang membuat mata kita mempersepsi seolah-olah
garis-garis pada kotak tersebut terlihat melengkung, padahal lurus.

Anda mau bukti... cetak/print gambar itu, lalu potonglah kotaknya. Pisahkan kotak dari lingkaran-lingkarannya. Apakah anda masih melihat bahwa garis-garis pada kotak tersebut melengkung?

Nah dengan berani mendengarkan pendapat orang lain kita akan memperoleh banyak informasi berguna. Kita bisa banyak belajar dari memperhatikan sisi pandang orang lain. Kita bisa mendapat kebenaran baru. Silakan, pilihan ada ditangan kita masing-masing.

Tuesday, July 10, 2007

pengajaran vs pendidikan anak

Mengajar anak usia dini?

Ya... kalimat di atas sekarang cukup banyak terdengar di kalangan orang tua dan praktisi pendidikan pra sekolah. Apalagi di kota-kota besar. Beberapa metode pun 'diciptakan' oleh kalangan praktisi pendidikan dan kemudian apalagi kalau tidak berujung business.

Salah satu metode yang lagi laku belakangan adalah metode Glenn Doman yang mengajari anak membaca bahkan sebelum sianak bisa bicara. Hebat khan...
Coba lihat alasannya adalah:

''Membaca merupakan kemampuan sensorik, dimana mata dan telinga bekerja,'' kata Irene F Mongkar, seorang praktisi Metode Glenn Doman[*].
Ia bahkan menambahkan:


"Jika menunggu usia anak semakin besar, maka akan semakin sulit mengarahkan
kemampuannya dalam membaca atau berhitung. Semakin muda usia seorang ketika
belajar membaca, semakin mudah dan kian cantik pula cara ia membaca''.

Hal inilah yang diterapkan Irene pada anaknya 16 tahun lalu, yang saat itu berusia
tiga bulan. Dengan metode Glenn Doman, putri semata wayangnya ini bisa membaca di usia 18 bulan kala itu [*].

Ya... untuk memperkuat argumentasinya sang praktisi mengemukakan pengalaman pribadi pada pengajaran anak-anaknya. Tidak salah memang... tetapi dari kaedah ilmu pengetahuan dan riset apakah bisa dipertanggungjawabkan?

Hal yang perlu menjadi pemikiran disini adalah pendidikan dan pengajaran pada anak. Pendidikan dan pengajaran adalah dua hal yang berbeda. Pendidikan bertitik tolak pada nilai, sedangkan pengajaran bertitik tolak pada informasi. Orang tua lebih bangga anaknya pintar membaca dan berhitung bahkan menulis pada saat masih prasekolah. Tetapi orang tua tidak merasa risau kalau anaknya nakal, berbohong, mau menang sendiri, mengambil barang orang lain, berkata kasar/kotor, dan perbuatan tidak terpuji lainnya.

Ada secuil kerisauan misalnya anak-anak 'dipaksa' sudah bisa membaca pada saat mau sekolah dasar. Bahkan ada tes masuk untuk sekolah dasar. Padahal anak-anak ini mau masuk sekolah dasar. Di SD lah mestinya anak-anak diajari yang dasar-dasar, dari membaca dan menulis. Karena 'perkembangan'nya sudah seperti itu, maka yang terjadi adalah anak yang ketika masuk SD belum bisa membaca dan berhitung akan 'ditinggal' oleh guru. Anak-anak ini dianggap bodoh.

Jika guru dan sekolah tidak peka pada perkembangan anak dan 'hanya' mengajari anak SD kelas 1 yang masuknya sudah bisa membaca, maka bisa dibayangkan seperti apa terlunta-luntanya anak yang belum bisa membaca. Sebaliknya juga bisa terjadi, karena di kelas 1 banyak anak yang belum bisa membaca, maka perhatian guru terfokus pada anak-anak tersebut dan akhirnya anak yang sudah bisa membaca akan bosan dengan suasana kelas. Ini hanyalah efek kecil yang mampu saya rekam. Dialog yang terbuka dari guru, sekolah, orang tua dan anak penting untuk mengatasi hambatan-hambatan distorsi perkembangan sosial semacam ini.

Jadi masih lebih penting mana antara pendidikan dan pengajaran untuk anak pra sekolah?

Sunday, July 8, 2007

petualangan ananda alifia (1)

Berikut adalah sebagian petualangan hidup dari ananda alifia. We, as her parent, always wish her in order she can face the future with smile.


Gbr. can you find her... she was together with friends from her small playgroup....

Gbr. Of course you can find her easily, she was playing with her new Austrian friend in Jakomini Park, Graz.


Gbr. she was in front of Jurug Park. Gbr. She was beside clock tower of Graz.

Gbr. she was in stübing museum.


Gbr. she was with her parent in Venice, Italy.


Gbr. she was playing with her ping-ping toy...............

Gbr. she was playing on the snow


Gbr. she was near the olympia tower in Muenchen, Germany.


Wow... below are some of her creativity.


Gbr. can you guess what this is?....


Gbr. she wrote down ..... wow.....can you imagine what the meaning is?

Friday, July 6, 2007

apresiasi gamelan jawa di austria

Promosi kebudayaan bukanlah monopoli departemen kebudayaan dan pariwisata. Sehari yang lalu tepatnya, 1 Juli 2007, di aula pertunjukan universitas musik Graz (KUG), Austria telah dipentaskan gamelan jawa. Ya, gamelan jawa yang sudah mulai dilupakan kaum muda di Jawa Tengah kini seolah mempunyai roh magis di negera orang lain.

Awal Perjalanan.
Pementasan gamelan jawa kali ini terasa lain. Selama pementasan, nuansa gamelan jawa benar-benar bisa dirasakan. Para pemain juga terlihat lebih santai. Pementasan didukung penuh oleh grup gamelan Graz (G3). G3 diawali kira-kira tiga tahun yang lalu. Awalnya, G3 merupakan semacam kegiatan ektrakulikuler yang ada di KUG. Adanya institut untuk musik etnik (Institute für Musikethnologie) merupakan induk dari kegiatan G3. Di KUG terdapat 17 institut yang mirip dengan jurusan kalau di Indonesia.

Dengan dikomandani oleh Prof. Gerd Grupe dan Rainer Schütz, MA., kegiatan ekstrakurikuler G3 diselenggarakan rutin seminggu sekali setiap kamis petang. Anggota rutin berkisar 10-15 orang dari berbagai kewarganegaraan yang berbeda, ada Jerman, Perancis, Austria, dan Indonesia. Anggota gamelan juga mempunyai beragam profesi yang berbeda, ada staf dari KUG, ada mahasiswa (sebagian besar), ada pekerja, dan ada guru musik. Persinggungan alami anggota yang berbudaya Austria-Jerman dengan mahasiswa Indonesia yang berbudaya Indonesia juga merupakan satu interaksi menarik yang terkadang mampu membuat suasana menjadi cair dan gayeng. Selama latihan, komunikasi dilakukan dengan menggunakan campuran dari bahasa Jerman, Inggris, dan Indonesia. Dari sini terlihat bahwa kegiatan G3 sendiri sangatlah unik.

Ketekunan, kerutinan, dan keseriusan dalam latihan gamelan dari orang luar negeri patut diacungi jempol. Mereka sepertinya tidak mengenal pemeo oblor blarak yang hanya semangat di awal. Mereka konsisten bahkan beberapa kali latihan tambahan harus dilaksanan pada hari sabtu dan minggu dimana kedua hari itu adalah hari untuk berlibur mereka. Apakah terganggu, ya mesti saja terganggu, tetapi mereka tetap melakukannya dengan senang. Semua sesuai kesepatakan bersama, sebagai ciri khas dari grup gamelan yang berciri egaliter.

Dari sisi peralatan, kegiatan G3 didukung dengan seperangkat gamelan yang lengkap, slendro dan pelog. Gamelan dipesan dan dibuat langsung dari Solo. Satu kelemahan mendasar dari gamelan adalah ketidakpraktisannya. Gamelan terasa sangat tidak praktis karena perlu ruangan yang cukup besar. Selain itu, gamelan juga mempunyai berat yang jauh berlebih dibandingkan jenis instrumen Eropa lain. Menariknya, kebesarannya gong Ageng, misalnya justru mempunyai daya tarik tersendiri bagi penonton.

Selama Pementasan.
Pementasan tahun ini terasa lain dari pementasan sebelumnya tahun lalu dilihat dari beberapa hal. Pertama, ruangan. Ruangan yang cukup besar sangat mendukung kenyamanan penonton. Jejeran kursi yang rapi dan penyinaran lampu yang cukup bisa membuat penonton nyaman untuk duduk berlama-lama.

Kedua, iklan. Apresiasi patut diberikan pada partisipasi koran lokal yang turut mengiklankan pertunjukkan gamelan yang tidak bertiket masuk ini alias gratis. Jumlah penonton yang mampu disedot sampai 200-an orang. Jumlah yang cukup banyak mengingat keseluruhan penduduk di Graz hanyalah 287.723 [*]. Penonton juga bervariasi dari golongan sepuh sampai anak-anak. Beberapa profesor dari bidang non musik bahkan terlihat dibarisan depan, turut menikmati pertunjukan selama 1,5 jam tersebut.

Ketiga, faktor pemain gamelan. Komposisi pemain gamelan terdiri dari KUG 7 orang, 1 orang didatangkan dari London-Inggris, 4 mahasiswa indonesia di Graz, 1 pesinden yang didatangkan dari ISI solo, dan 2 penduduk Austria. Pemain memakai seragam batik. Batik sendiri mampu membuat sebagian penonton terkesima. Beberapa pertanyaan mereka ajukan seputaran batik. Ada yang terpesona pada batik karena kesimetrisan kiri-kanan dimana hal tersebut jarang ada pada model pakaian mereka.

Jumlah lagu yang dipertunjukkan ada 8. Terdiri dari ladrang wilujeng, ketawang subakastawa, ketawang branta mentul, ketawang kinanthi sandhung, ketawang sinom logondhang, dandang semarangan, ladrang pangkur dan ladrang gambyong pare anom. Susunan acara sendiri dikemas seperti pertunjukan musik klasik gaya Eropa digedung opera dimana ada jeda untuk instirahat sekali diantara dhandhang semarangan dan ladrang pangkur. Penonton pun selain dapat beristirahat dan bercengkrama juga diberi kesempatan untuk menjajal gamelan.

Ketidaktahuan penonton akan jenis lagu yang akan dipertontonkan dijembatani dengan adanya uraian sebelum setiap lagu mulai dibawakan. Antusiasme penonton terlihat dari gemuruhnya tepuk tangan setelah setiap lagu selesai. Dengan pesinden Sukesi yang mempunyai suara khas mampu menyihir penonton untuk tidak beranjak dari tempat duduk sampai pertunjukan selesai. Suaranya yang apik khusus dipersembahkan buat penonton pada saat membawakan lagu dhandhang semarangan. Dandanan khas pesindennya pun juga cantik dan mampu membuat decak kagum penonton karena keklasikannya. Pada saat tarian gambyong, penonton disuguhi tarian yang luwes. Di akhir pertunjukan, penonton lagi-lagi dibuat terkesima akan tarian yang dibawakan Sukesi dengan apiknya. Mereka umumnya membandingkannya dengan dansa. Akhirnya, tepuk tangan yang sangat-sangat meriah dan berulang-ulang sampai beberapa menit dari penonton merupakan bentuk apresiasi yang sangat tinggi akan kebudayaan yang satu ini. Semua puas.

Acara tidak berakhir sampai disini. Unik memang. Tidak seperti pertunjukan pada umumnya, acara dilanjutkan dengan diskusi. Pertanyaan penonton dijawab secara langsung oleh Rainer Schütz, MA. Ada sekitar 20-an pertanyaan yang kesemuanya menunjukkan rasa keingintahuan mendalam akan budaya Indonesia yang menurut mereka sangat harmonis. Beberapa pertanyaan yang menarik dari penonton misalnya, apa guna dari gamelan pada saat ini, bagaimana prinsip musik gamelan dimainkan, siapa pemain-pemain gamelan di Graz, bagaimana gamelan dibuat dan berapa lama, bagaimana hubungan gamelan dan tari dengan penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, dan sebagainya.

Hikmah.
Terdapat beberapa pelajaran menarik yang dapat ditarik dari hasil pementasan grup gamelan Graz tanggal 1 Juli 2007. Pertama, tentang masa depan kebudayaan gamelan dan kebudayaan Indonesia pada umumnya. Sementara di negeri sendiri kebudayaan ini seolah terpinggirkan, justru di negara orang begitu diapresiasi dengan sangat tinggi. Kedua, strategi kebudayaan dari pihak institusi pendidikan seni di Indonesia yang semestinya bisa ditingkatkan lagi karena kesempatan kerjasama lintas negara tersebut sangat terbuka. Ketiga, menyangkut strategi promosi pariwisata Indonesia di luar negeri. Tidak semua orang luar negeri membutuhkan liburan dan hiburan dengan gaya nudisme. Banyak juga orang luar negeri yang tertarik akan keramahan, keunikan, keklasikan, dan kejelasan informasi dari suatu budaya. Selain itu promosi kebudayaan informal semacam pertunjukan gamelan di Graz ini terasa lebih mengena dan efektif. Selamat pada grup gamelan Graz dan semoga kegiatanmu menggugah kesadaran bangsaku untuk menggali kembali budayanya sendiri. Semoga.

Note:

  1. more info gamelan in Austria and German is in here.
  2. more notation in gamelan can be found here.
  3. asmarandana, kebogiro and megatruh sinom parijata songs by marsudi raras the Dutch in youtube.

the future of mechanical engineering (4)

Pada bagian terdahulu, saya mencoba menguak beberapa peluang dari jurusan teknik mesin. Tulisan tentang teknologi pemesinan (1) dan teknologi sheet metal forming, welding and construction (2) merupakan teknologi dasar dari teknik mesin. Walaupun CNC dan teknologi berpresisi tinggi sudah masuk kedalam sebagian kurikulum, namun belum terlihat korelasi antara investasi keilmuan tersebut dengan aplikasi real di masyarakat. Usaha kecil-menengah (UKM) yang notabene berkapital tidak terlalu besar umumnya lebih suka mencari alternatif teknologi yang sesuai dengan anggaran mereka. Disinilah sebenarnya unit-unit workshop/lab. teknologi berpresisi tinggi di jurusan teknik mesin dapat menjual jasa/skill nya pada sektor UKM untuk memberi asistensi.

Di bidang material, yang masih berhubungan erat dengan teknik pemesinan, hiruk-pikuk keilmuan saat ini diramaikan dengan segudang penemuan dan inovasi di bidang nanometarial, polimer (*), dan komposit (*).

Komposit adalah material teknik yang dibuat dari dua atau lebih material yang mempunyai sifat fisik/kimia yang secara signifikan berbera dimana material tsb tetap berbera dan terpisah pada tingkat makroskopik dalam struktur yang sudah selesai. Polimer adalah material yang terdiri dari molekul dengan massa molekul besar dan terdiri dari pengulangan satuan struktur (monomer) dan dihubungkan dengan ikatan kimia kovalen. Contoh polimer yang umum dikenal di teknik mesin adalah plastik. Sedangkan nanomaterial adalah material yang diproses dengan memanfaatkan partikel-partikel ukuran nano. Dengan menggunakan teknologi nano, suatu material dapat direkayasa menjadi lebih kuat, lebih keras, atau sesuai dengan keinginan pengguna.

Komposit yang relatif lebih mudah dipelajari dibanding nanomaterial mengalami perkembangan keilmuan yang cukup menggemberikan. Walaupun demikian, daya serap material komposit dari riset anak negeri di dunia industri juga masih terbatas. Di
jurusan teknik mesin ft uns, misalnya dikembangkan juga material komposit serat alam (cantula), serat Chopped Strand, serat Woven Roving, serat gelas, rami, dan sengon, dan serat unsaturated polyester. Arah pengembangan riset material komposit juga masih terbatas riset dasar yang masih perlu waktu dan usaha lebih keras untuk bisa diwujudkan menjadi material bermanfaat.

Selain material komposit sebenarnya ada material polimer yang penggunaannya dalam kehidupan sudah menadi kebutuhan ‘utama’. Tengoklah misalnya, adakah alat rumah tangga yang tidak ada bahan plastiknya. Di kantor kita tidak lepas dari kebutuhan kertas. Bahkan sehari-hari kita juga memakai pakaian yang sebagiannya juga terbuat dari bahan polimer. Khusus plastik, di kurikulum jurusan teknik mesin hanya menjadi suplemen kecil yang umumnya ditempelkan dalam mata kuliah proses produksi. Tidak banyak jurusan mesin yang bergelut dengan material yang satu ini. Peralatan laboratorium untuk riset plastik juga sangat minim (kata lain dari tidak ada). Padahal kebutuhan industri dan masyarakat sangat banyak. Peralatan untuk riset polimer di Indonesia yang sudah memamadai misalnya dapat dikunjungi di sentra teknologi polimer di Serpong.

Plastik dikelompokkan menjadi 7 jenis, yaitu PET (PETE), HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan lainnya. PET atau polietilen terephthalate umunya ditemukan dalan botol minuman ringan dan botol minyak goreng. DPPE atau high density polietilene umumnya ditemukan dalam botol deterjen dan botol susu. PVC, polivinil klorida umumnya ditemukan pada pipa plastik, furnitur luar, dan botol air. LDPE atau low density polietilene umumnya ditemukan pada kantong pembersih kering (dry-cleaning bags) dan kontainer penyimpan makanan. PP atau polipropilene dapat ditemukan dalam sedotan/selang minum. PS atau polistirene umumnya ditemukan dalam gelas plastik dan tatakan daging. Selain dari 6 kelompok di atas, plastik jenis lain ditemukan misalnya di Tupperware [
*]. Jenis-jenis plastik tersebut dapat dilihat dari standard penandaannya seperti terlihat pada gambar di depan.

Arah teknologi material plastik ke depan nampaknya akan berubah dengan isu lingkungan. Plastik yang ada sekarang, banyak yang menjadi limbah selain tentunya ada yang bisa didaur ulang. Pemrosesan sampah plastik di incinerator juga memunculkan problem tersendiri selain zat dioksin yang berbahaya. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah diteliti secara intensif dan telah dipastikan menimbulkan Kanker. Bahaya dioksin sering disejajarkan dengan DDT, yang sekarang telah dilarang di seluruh dunia. Selain dioksin, abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung di dalam plastik. Maka beberapa peneliti kemudian mengubah arah penelitian plastik supaya dapat mudah diuraikan. Penemuan terkini misalnya, plastik sudah bisa dibuat dari tumbuhan [*].

Polimer biodegradable dapat diperoleh dengan tiga cara, yaitu biosintesis seperti pada kanji dan selulosa, proses bioteknologi seperti pada poli (hidroksi fatty acids), dan dengan proses sintesis kimia seperti pada pembuatan poliamida, poliester, dan poli (vinil alkohol). Kanji dan selulosa diperoleh langsung dari sintesis alam, dengan jalan ini dapat diperoleh biopolimer dalam kuantitas yang besar dan murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal penyerapan air yang tinggi dan tidak dapat dilelehkan tanpa bantuan aditif [
*].

Pertanyaannya, dari sekian banyak jurusan teknik mesin di Indonesia mengapa tidak ada yang mempunyai spesialisasi di bidang teknik material plastik, khususnya yang dapat diuraikan (degradable). Aneh bukan?

Wednesday, July 4, 2007

the future of mechanical engineering (3)

Salah satu bentuk kepedulian pemerintah dan industri besar terhadap perkembangan industri mekanik dalam negeri adalah dengan memberi kepercayaan. Kepercayaan dari industri besar sangat diperlukan untuk meningkatkan denyut nadi dan tentu saja mudah2an juga kualitasnya.

Berikut adalah contoh yang baik dari kepedulian pemerintah dan indutri besar (PT. Pertamina) dalam program konversi minyak tanah ke gas [
*]. Program konversi gas ini sendiri menimbulkan beberapa hal pertanyaan. Namun demikian, dengan memberikan kepercayaan kepada industri dalam negeri untuk membuat tabung dan kompor gas sendiri mudah2an industri permesinan di Indonesia turut terdongrak.

Bisa dibayangkan, kalau 'hanya' persoalan pengadaan tabung dan kompor gas saja harus impor dari negara tetangga. Betapa memalukan bukan?.
Walaupun masih perlu ditanyakan juga seberapa besar sih partisipasi dari jurusan teknik mesin pada program-program semacam ini?

Graz, 04.07.07 16:15

the future of mechanical engineering (2)

Mengurai benag kusut jalinan kerjasama industri-PT hanya akan banyak menguras energi. Akhirnya sia-sia. Hanya PT yang besar-besar yang dipercaya oleh industri untuk turut meriset kegiatan mereka. PT yang ada pada tingkat middle apalagi kecil akan sangat susah untuk dipercaya. Ya, kepercayaan memang tidak muncul secara tiba-tiba. Track record/rekam jejak akan sangat membantu selain tentu saja dibutuhkan kekuatan iklan dan jaringan.

Kembali ke jurusan teknik mesin, respon dari staff jurusan terhadap kebutuhan industri terasa sangat kurang.

Lihatlah misalnya di dunia pertekstilan.

Sekitar 3,1 juta unit mesin
tekstil berumur 15 tahun ke atas mendapat prioritas segera diganti
karena mesin-mesin tersebut sudah sangat tua dan tidak mungkin
diandalkan lagi untuk bersaing dalam mutu dan kuantitas [
*].
Adakah staff jurusan mesin yang khusus melakukan kegiatan riset di bidang mesin pertekstilan sampai ke hal-hal produksinya? Adakah industri pemesinan di Indonesia yang khusus mendukung ketersediaan mesin-mesin tekstil setelah Texmaco hancur. Tidak ada bukan? Akhirnya mesin pun harus didatangkan dari negara lain.

Lihatlah kasus lain di pabrik gula.
Tanah di Indonesia yang subur ternyata hanya mampu menghasilkan gula yang harganya mahal. Rata-rata rendemen gula (kadar gula dalam tebu) yang dihasilkan PT Perkebunan Nusantara XI baru mencapai 6,97 persen [*]
Tingkat kesuburan tanah untuk menghasilkan gula ternyata juga bervariasi. Per ha tanah hanya mampu menghasilkan gula 3-7 ton. Efisiensi pabrik (overall recovery) dari pabrik gula juga rata-rata rendah dari 65%-85% [*].
Efisiensi pabrik gula yang rendah tersebut salah satunya juga disebabkan mesin-mesin yang sudah uzur. Kalau tidak ada industri pemesinan di Indonesia yang mampu menyediakan mesin-mesin di pabrik gula dari mana lagi kalau tidak dari negara lain.

Padahal kebutuhan gula per tahun adalah 3,8 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya mampu menyediakan 2,2 juta ton. Lalu darimana 1,6 juta ton lainnya?

Dari analisis kebutuhan dari kedua jenis industri ini saja terlihat jelas bahwa ada peluang besar dari suatu jurusan teknik mesin di Indonesia. Faktanya memang, peluang tersebut banyak yang sia-sia karena ketidakpekaan menangkap peluang dan responsivitas dari staf-staf jurusan yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan riset memang membutuhkan kerja yang tidak ringan khususnya di Indonesia, tapi bukan berarti imposible untuk dilakukan.

Graz, 04.07.2007 11:22

Monday, July 2, 2007

amankah PLTN

Bayangan banyak orang akan seketika tertuju pada ledakan Chernobyl, 26 April, 1986 manakala PLTN Indonesia diperbincangkan. Para teknolog dari BATAN dan pegiat teknologi nuklir berusaha meyakinkan tingkat keamaanan rencana PLTN Indonesia yang rencananya akan menggunakan teknologi PWR (pressurized water reactor). Air bertekanan tinggi digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir. PWR dipakai dan diterima sebagai teknologi nuklir teraman untuk saat ini. Dengan merujuk pada data internasional inilah para teknolog nuklir Indonesia memberi jaminan keamanan teknologinya. Bahkan beberapa reaktor kecil untuk penelitian juga sudah berjalan dengan baik.

Opini pertama:

Saya mencoba menggunakan cara berpikir terbalik. Kalau memang di daerah Muria adalah lokasi yang stabil dan teknologi PWR memang aman, bersediakah para penggagas PLTN untuk berpindah hidup di daerah tersebut.
Opini kedua:

Dengan melihat beberapa kasus terakhir, misalnya efek semburan lumpur lapindo dan ledakan pipa uap di PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) milik PT GDE (Geo Dipa Energi) unit Dieng, Banjarnegara [1,2] dapat menjadi bukti bahwa teknologi aman di LN belum tentu aman di tangan teknolog Indonesia.
Kasus lumpur Lapindo jika ditelusur berawal dari kecerobohan pengeboran. Para pekerja lapangan enggan menggunakan prosedur yang standar. Kasus kedua masih dicurigai karena pipa tersumbat atau korosi. Ini juga tidak bisa diterima karena teknologi terkini bisa memperkirakan berapa laju korosi yang terjadi dan kalau pun tersumbat mestinya bisa dilihat dari sejarah perubahan tekanan dalam section-section pipa. Artinya untuk kasus kedua, tidak ada kecermatan dari pengelola dan barangkali juga tidak ada maintenance dari pipa-pipa yang mereka punyai.

Dari dua kasus ini saja saya termasuk yang ragu dengan keamanan PLTN sistem PWR tetapi bukan ragu dari sisi teknologi tetapi dari ketaatan pada prosedur dan kepekaan terhadap bahaya yang mungkin timbul dari suatu kegiatan teknologi. Bisa dibayangkan juga bahwa kedua kegiatan teknologi pengeboran dan pipa uap adalah teknologi yang lebih rendah resikonya dibandingkan teknologi PLTN PWR.

Masih banyak tahapan pembelajaran yang perlu dipahami terlebih dulu /prasyarat oleh masyarakat dan pelaku teknologi di Indonesia untuk menerapkan teknologi dari negara maju khususnya masalah kepatuhan pada aturan/standard. Yang diperlukan bukan hanya risk assesment (RA) di atas kertas, tetapi RA yang sudah mendarah daging dan menjadi culture keseharian. After this culture is fulfilled, i will believe that your PLTN is safe with (let say) 95 confident and vice versa. Ada kemungkinan opini saya ini salah!

Catatan: beberapa manfaat nuklir dibidang non-senjata dapat dilihat di [
*].
Graz, 02.07.2007 19:18.