Sunday, September 16, 2007

puasa_teladan Nabi

Kawan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga keikhlasan selalu mengisi puasa-puasa kita tahun ini sehingga hati dan fikiran menjadi lebih tunduk.

Kawan, ada sebuah kisah menarik tentang puasanya orang miskin dan teladan Kanjeng Rasul yang mulia.

Diriwayatkan, ada laki-laki miskin menemui Kanjeng Rasul karena merasa telah melanggar aturan puasa. Dia menggauli istrinya di siang hari. Lalu Kanjeng Rasul berkata "Kamu harus berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai penebus kesalahanmu." Laki-laki itupun menjawab "Wah, saya tidak akan kuat". Rasul melanjutkan: "Kalau begitu satu bulan saja." "Itu juga terlalu berat buat saya dan itu sudah terbukti" Jawab laki-laki tersebut. "Bagaimana dengan membayar pengganti? Bersedekahlah dengan makanan" Kata Rasul.

"Wahai Rasul Allah, bila kami punya makanan, ya untuk sendiri saja
karena kami sangat miskin." Kanjeng Nabi tersenyum, dan ketika laki-laki
pelanggar aturan puasa itu memohon diri, Rasul pun memberinya
sedekah.

6 comments:

Rainer said...

Kok pergaulan sama istri jadi masalah? Aku bingung...

suyitno said...

iya, menggauli itu bahasa halusnya dari seks suami istri di siang hari yang membatalkan puasa dan bahkan ada dendanya. Kalau di malam hari boleh mas...he..he...

Rainer said...

Oooh, bahasa halus ... okok.
Hmm, apa isteri juga bisa menggauli suami? Mungkin itu jalan keluarnya! Terus, kalau malam, bahasa halusnya apa? :D
.TA.

suyitno said...

hmm... apa ya, sepertinya sama tuh.

haryotomo said...

suami menggauli istri bisa berbeda arti dengan istri menggauli suami, pak Yit...menunjukkan pihak yg aktif dan pasif. Tapi menurut Islam keduanya sama2 membatalkan puasa, kebetulan Hadist ini diawali pertanyaan umat nabi yg laki-laki.

Rainer said...

Berarti dua-duanya harus aktif - atau pasif!